5 Fakta Gaji TNI-Polri yang Jadi Sorotan di Debat Ketiga Capres, Ini Detail Gajinya : Okezone Economy

JAKARTA – Gaji TNI-Polri menjadi sorotan di debat ketiga capres. Gaji TNI-Polri disinggung oleh Calon Presiden (Capres) 01 Anies Baswedan dalam perhelatan debat ketiga pada Minggu 7 Januari 2024. Anies menyebut bahwa gaji TNI -Polri sudah lama tidak naik.

“Saat tentara kita lebih dari separuh tidak memiliki rumah dinas. Sementara menterinya Pak Jokowi punya 340 (ribu) hektar tanah. Ini harus diubah,” kata Anies, dalam debat Capres ketiga.



Okezone merangkum 5 fakta gaji TNI-Polri yang jadi sorotan di debat ketiga capres, Sabtu (13/1/1023):

1. Naik 8%

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan kenaikan gaji TNI Tamtama, Bintara hingga pada 16 Agustus 2023. Gaji NI Tamtama, Bintara akan naik hingga 8%. Kenaikan gaji tersebut akan berlaku mulai tahun 2024 ini.

2. Belum Dibayarkan

Kenaikan gaji ASN sebesar 8% belum dibayarkan pada awal Januari ini. Para ASN masih mendapatkan gaji yang sama dengan tahun 2023.

Staf Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yutinus Prastowo pun memberikan penjelasan melalui laman X (dahulu Twitter) pribadi miliknya, bahwa gaji TNI Tamtama hingga Perwira ini sudah naik mulai Januari 2024, tapi akan dibayarkan dengan cara rapel. Hal ini disebabkan PP turunan UU ASN 2023 yang mengatur kenaikan gaji belum rampung.

3. Aturan Akan Segera Diterbitkan

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa aturan terkait kenaikan gaji ini akan segera diterbitkan.

“Ya secepatnya, secepatnya akan keluar. Saya harapkan bisa meningkatkan kesejahteraan, daya beli, dan juga berimbas kepada perekonomian,” kata Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Pamulang-Cinere-Raya Bogor di Gerbang Tol Limo Utama, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

4. Melalui Perhitungan dan Pertimbangan yang Matang

Baca Juga  Pemerintah Bangun 2.169 Tower Rusun dengan Anggaran Rp28,797 Triliun

Presiden menjelaskan bahwa kebijakan kenaikan gaji bagi para ASN, TNI, dan Polri harus melalui perhitungan dan pertimbangan yang matang sesuai dengan situasi perekonomian negara.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat menanggapi terkait intensitas kenaikan gaji ASN, TNI, dan Polri yang dinilai lebih rendah dari pemerintahan sebelumnya.

“Ya situasi fiskal kita, situasi ekonomi kan berbeda-beda. Kita memutuskan menaikan atau tidak menaikan semuanya pasti dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang,” tegas Presiden.


Follow Berita Okezone di Google News


Dapatkan berita up to date dengan semua berita terkini dari Okezone hanya dengan satu akun di
ORION, daftar sekarang dengan
klik disini
dan nantikan kejutan menarik lainnya

5. Besaran Gaji

Berdasarkan catatan Okezone, gaji anggota TNI dibagi berdasarkan pangkat dan Masa Kerja Golongan (MKG). Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2019 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia.

Sebagai perbandingan, gaji dari pangkat terendah di TNI adalah Prajurit Dua Kelasi Dua sebelum adanya kenaikan gaji adalah Rp1.643.500 – Rp 2.538.100. Apabila gaji tersebut naik sebesar 8% di tahun 2024, maka akan mendapatkan gaji sekitar Rp1.774.980 – Rp2.741.148. Dengan kata lain, kenaikan gajinya sebesar Rp131.480 hingga Rp203.048.

Adapun pembagian gaji TNI setelah mengalami kenaikan 8% adalah sebagai berikut:

TNI Golongan I (Tamtama)

– Prajurit Dua Kelas Dua, Rp1.774.980 – Rp2.741.148

– Prajurit Satu Kelas Satu, Rp1.830.492 – Rp2.826.900

– Prajurit Kepala Kelasi Kepala, Rp1.887.732 – Rp2.915.352

– Kopral Dua, Rp1.946.808 – Rp3.006.612

– Kopral Satu, Rp2.007.612 – Rp3.100.572

– Kopral Kepala, Rp2.070.468 – Rp3.197.556

Baca Juga  Bantu Warga Kurang Beruntung, DBS Kucurkan Dana Hingga SGD 1 Miliar

TNI Golongan II Bintara

– Sersan Dua, Rp2.271.996 – Rp3.733.668

– Sersan Satu, Rp2.343.060 – Rp3.850.416

– Sersan Kepala, Rp2.416.392 – Rp3.970.836

– Sersan Mayor, Rp2.491.992 – Rp4.095.036

– Pembantu Letnan Dua, Rp2.569.860 – Rp4.223.124

– Pembantu Letnan Satu, Rp2.650.320 – Rp4.355.208

TNI Golongan III (Perwira Pertama)

– Letnan Dua, Rp2.954.124 – Rp4.779.216

– Letnan Satu, Rp3.046.464 – Rp5.006.448

– Kapten, Rp3.141.828 – Rp5.163.048

TNI Golongan IV

– Perwira Menengah Mayor, Rp3.240.108 – Rp5.324.508

– Letnan Kolonel, Rp3.341.412 – Rp5.491.044

– Kolonel: Rp3.445.956 – Rp5.662.872

Perwira Tinggi

– Brigadir Jenderal Laks Pertama Mars Pertama, Rp3.553.740 – Rp5.839.992

– Mayor Jenderal Laks Muda Mars Muda, Rp3.664.872 – Rp6.022.620

– Letnan Jenderal Laks Madya Mars Madya, Rp5.485.644 – Rp6.210.972

– Jenderal Laksamana Marsekal, Rp5.657.256 – Rp6.405.264

Gaji tersebut belum termasuk tunjangan.

Itulah 5 fakta gaji TNI-Polri yang jadi sorotan di debat ketiga capres. Presiden Jokowi berharap agar kenaikan gaji ASN, TNI, dan Polri pada tahun ini dapat mendorong daya beli dan perekonomian masyarakat.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *