3 Fakta Produk Teknologi Israel Diboikot Dunia : Okezone Economy

JAKARTA – Sederet produk Israel ini dijual di Indonesia. Di samping itu, terdapat beberapa produk teknologi Israel yang diboikot oleh warga dunia.

Seperti yang diketahui, bahwa Israel sedang menjadi sorotan warga dunia akibat konfliknya dengan kelompok hamas serta menyerang ke wilayah Palestina tanpa henti. Hal tersebut menimbulkan reaksi dari warga dunia untuk melakukan boikot produk Israel.

Okezone telah merangkum tiga fakta produk teknologi Israel diboikot dunia dan deretan produk Israel yang dijual di Indonesia, Sabtu (11/11/2023):

1. Produk Teknologi Israel yang Diboikot Dunia

Ada enam produk teknologi Israel yang diboikot dunia. Fenomena ini menjadi salah satu imbas dari serangan Israel yang tak henti-hentinya terhadap warga Palestina.

Keenam produk teknologi ini, yaitu PillCam merupakan teknologi kamera miniatur dalam pil yang bisa memvisualisasikan dan mendeteksi gangguan saluran pencernaan. Lalu, Firebolt yaitu perusahaan penyedia data cloud untuk pengguna agar dapat menyederhanakan akses pada wawasan serta kemampuan analisisnya.

Kemudian, Waze yaitu sebuah aplikasi navigasi dan peta. Aplikasi ini dulunya dikembangkan oleh Israel sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google. Selain itu, terdapat Jolt, yakni perusahaan startup ed-tech yang berdiri pada 2015 ini memiliki fokus pada pengembangan talenta.

Adapun brand HP yang menyediakan laptop, ponsel, serta printer. Serta, Siemens yang merupakan usaha ilegal milik Israel yang berfokus pada pembangunan EuroAsia Interconnector di pemukiman Palestina.


Follow Berita Okezone di Google News


2. Produk Israel yang Dijual di Indonesia

Setidaknya terdapat lima produk Israel yang dijual di Indonesia. Produk yang beredar di Indonesia pun beragam, mulai dari produk farmasi hingga mainan anak-anak.

Baca Juga  Jurus Presiden Hadapi El Nino hingga Strategi Bahlil soal IKN

Produk-produk tersebut, antara lain Teva Pharmaceutical Industries, yakni perusahaan farmasi asal Israel. Kemudian terdapat Taf Toys, perusahaan penyedia perlengkapan bayi asal Israel.

Ada pula perusahaan ZAG Industries Ltd, yang menyediakan berbagai peralatan pertukangan dan peralatan rumah tangga. Lalu, Jeruk Shantang, produk dari Israel yang telah memasuki pasar Indonesia sejak 2012. Mereka telah mengekspor puluhan bahkan ribuan ton jeruk.

Terakhir, terdapat Ahava, yang menyediakan produk kecantikan. Produk yang ditawarkan mulai dari pelembab, serum, dan pembersih yang diformulasikan untuk menutrisi dan merevitalisasi kulit.

3. Maraknya Gerakan Boikot Produk Israel

Maraknya gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) mengalami peningkatan di beberapa negara lantaran perang Israel-Hamas. BDS merupakan gerakan boikot (penolakan) dari konsumen agar dapat meyakinkan para pelaku perdagangan di seluruh dunia untuk berhenti menjual produk dari Israel.

Tujuan dari BDS sendiri untuk dapat memberikan tekanan ekonomi kepada Israel agar dapat memberikan hak setara kepada Palestina.

Selain itu, BDS mencakup perusahaan yang melibatkan pemukiman ilegal, mengeksploitasi sumber daya alam dari Palestina, dan menggunakan warga Palestina sebagai tenaga kerja murah.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *